Friday, March 22, 2019

Sayang, Baik dan Jahat

Hello hi... 😀😀

First of all, seperti yang udah tertera di profil, blog ini adalah tempat curahan hati Puscha. Tapi disisi lain, Puscha akan seneng sekali kalau blog ini bisa jadi inspirasi buat readers. 😇😇

Di part ini, Puscha lagi pengen curhat tentang Sayang, Baik dan Jahat

Ketika kamu punya perasaan sayang sama seseorang, apa sih yang akan kamu lakukan ?
Tentunya kamu akan melakukan segala sesuatu yang baik untuknya bukan ?
Tetapi sayang sekali, kata "baik" ini sering kali salah praktek ya guys...

Contohnya begini :
Kamu punya seorang teman sebutlah dia Rafia 😜😜 Kamu sayang sama si Rafia ini dan kamu ingin melakukan hal-hal baik untuknya, benar begitu ? hehehe kurasa begitu.
Rafia adalah manusia yang juga butuh uang untuk hidup, dan kamu tahu persis bagaimana caranya mendapatkan uang selama ini, yang mana menurut aturan umum apa yang dilakukan Rafia itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.
Kamu benar-benar sayang dia ? Ada beberapa pilihan hal yang mungkin akan kamu lakukan :

1. Kamu biarkan dia melakukan apa yang dia lakukan sekarang, asal Rafia bahagia ?
2. Kamu bantu dia dengan cara memberikan uang seperti yang dia butuhkan?
3. Kamu bantu dia mencari pinjaman dengan bunga yang lumayan mencekik, tak apa yang penting dia terbantu saat ini ?
4. Kamu biarkan saja dia ?
5. Kamu bantu dia dengan menawarkan pekerjaan agar Rafia bisa memperoleh uang dengan keringatnya sendiri ?

Dan mungkin masih banyak lagi pilihannya.
Nomor 1 - 4 bagi Rafia, kamu adalah sang dewa penolong, kamu akan dielu-elukan, Rafia akan mengatakan bahwa kamu memang benar-benar sayang pada Rafia.
Tetapi benarkah itu rasa sayang ?
Tidak. Orang yang menyayangi orang lain, tidak akan membuat orang yang disayanginya berkubang lumpur terus menerus. Kamu pasti ingin Rafia menjadi orang yang mandiri, melakukan hal baik dalam hidupnya, untuk dirinya sendiri. Benar begitu ?

Pilihan nomor 5 mungkin akan membuatmu dibenci oleh Rafia, kenapa ?
Kamu membantunya dengan cara mencarikan pekerjaan untuknya. Ada banyak pilihan pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan pendidikan nya bukan ?
Jika Rafia adalah orang yang menyadari bahwa untuk mendapatkan uang, manusia harus berusaha keras, maka Rafia tidak akan melakukan hal-hal, yang menurut aturan umum, tidak baik dilakukan untuk mendapatkan uang. Kalau ada cara gampang untuk mendapatkan uang, kenapa harus bersusah-susah ?
Lalu kenapa mungkin kamu dibenci, karena kamu membantu nya dengan cara membuatnya mau bekerja keras. Buat orang yang punya pikiran, justru hal ini bagus, karena bisa belajar mandiri. Tetapi tidak bagi Rafia. Dia akan berfikir "Orang sayang kok malah mau bikin orang yang disayang itu susah" 😁😁😁

Memang apa sih yang tidak baik menurut aturan umum itu ? Hehehe, males sih bahas nya, tapi okelah Puscha kasih contoh.
           - Berbohong / menipu untuk mendapatkan uang --> Minta bantuan untuk bayar biaya rumah
             sakit Ibu, padahal biaya rumah sakit ibu nya ditanggung BPJS full.
           - Berhutang tanpa berfikir bagaimana mengembalikannya, pada saat ditagih dia lebih galak
             dari yang nagih, alhasil utang nggak kebayar, cuek aja malah tetep bisa bergaya ini itu
             sana sini.
           - Memanfaatkan orang lain, tebar pesona sana sini biar ada yang mau kasih uang saku
             atau minimal nraktir makan di cafe. Tempel sana tempel sini biar bisa beli make up bagus.
           - Mempertahankan hubungan dengan lawan jenis yang potensial ( gampang keluar duit, mau
             bayarin atau beliin ini itu ) sementara lawan jenis nya itu sudah punya pasangan sah, alias
             jadi pelakor atau pebinor. Xixixixi
           - Pake tuyul, pake jampi jampi, pake setan ini itu wakakakakakaka masih banyaklah
             caranya capek kalau ditulis semua. hehehe

Ya terserah kalian sih mau bantu orang yang kalian sayang itu seperti apa.
Kalau Puscha sendiri sih ya, mungkin karena udah nggak punya rasa sayang lagi. Pernah menyayangi banyak orang, tetapi sayang, orang-orang yang disayang justru tak henti-hentinya menghancurkan diri nya sendiri, terus menerus melangkah menuju kegelapan. Akhirnya lelah dan sekarang Puscha memilih untuk membiarkan saja mereka begitu, membiarkan mereka berjalan ke lembah gelap terdalam, jika mereka sadar pada waktu nya pasti mereka akan berusaha merangkak keluar. Puscha tak lagi mau membantu dengan cara apapun.
Puscha lebih memilih untuk menyayangi mereka yang setiap hari cuma bisa bikin capek karena harus ngepel berkali-kali setiap hari, karena bahkan mereka tau bahwa apa yang Puscha lakukan karena sayang. Yap, Puscha lebih memilih untuk menyayangi anak-anak kaki empatnya. xixixixi

Kepanjangan ah guys, tapi namanya juga curhatan ya, masak iya mau dipotong-potong curhat nya. 😅😅😅
Pesan Puscha buat kalian sih guys, lakukan apa hati kalian katakan guys.
😘😘😘

Thank you for reading this. Have a blessed day

Regard,
Puscha